LAHAT – Menjelang pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 tahun 2026, ratusan personel gabungan dipastikan siap diterjunkan ke berbagai titik sasaran di Desa Lubuk Tampang, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat.
Kesiapan ini terlihat dari intensnya koordinasi yang dilakukan oleh jajaran Kodim 0405/Lahat bersama unsur lintas instansi. Personel yang terlibat tidak hanya berasal dari TNI, tetapi juga didukung oleh Polri, pemerintah daerah, hingga berbagai instansi teknis lainnya.
Komandan Satuan Tugas TMMD ke-128, Letkol Inf Taufik Satria Nugraha, S.I.P., M.M., didampingi Pasiter Kapten CKE Yuliansyah, menyampaikan bahwa seluruh personel telah dipersiapkan secara matang untuk menyukseskan program tersebut.
“Alhamdulillah, seluruh personel sudah terkoordinasi dengan baik. Pada saat pelaksanaan nanti, semuanya dipastikan sudah berada di lokasi dan siap bekerja,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Program TMMD kali ini akan dipusatkan di Desa Lubuk Tampang, yang dinilai membutuhkan sentuhan pembangunan, baik dari sisi infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat. Karena itu, kekompakan dan sinergi antar personel menjadi kunci utama keberhasilan program.
Berbagai sasaran fisik telah dirancang, mulai dari pembukaan akses jalan sepanjang 2.000 meter dengan lebar 6 meter, pembangunan empat unit plat duiker, satu unit poskamling, hingga rehabilitasi musholla dan sekolah. Selain itu, juga akan dibangun lima unit MCK guna meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, TMMD ke-128 juga menyasar kegiatan non fisik yang tak kalah penting. Di antaranya penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan, pertanian, kesehatan, keluarga berencana, hingga bahaya narkoba.
Program ini juga menyentuh isu sosial yang krusial seperti penanganan stunting melalui pembagian 100 paket bantuan, serta edukasi melalui posyandu dan posbindu.
Menariknya, terdapat pula sasaran tambahan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Di antaranya pembuatan lima titik sumur bor, rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH), pengembangan ketahanan pangan melalui budidaya ikan, serta penanaman 500 bibit pohon untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Kapten CKE Yuliansyah menegaskan pentingnya kesiapan seluruh prajurit sebelum turun ke lapangan, baik dari segi fisik maupun perlengkapan.
“Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi bersama pemerintah desa serta masyarakat, kita optimistis seluruh target dapat diselesaikan tepat waktu,” tegasnya.
TMMD ke-128 diharapkan tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa menuju kehidupan yang lebih baik.



