LAHAT – Menjelang pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Kodim 0405/Lahat, Letkol Inf Taufik Satria Nugraha, S.I.P., M.M., turun langsung meninjau lokasi kegiatan di Desa Lubuk Tampang, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat.
Dalam peninjauan tersebut, Dansatgas didampingi Pasiter Kapten CKE Yuliansyah bersama jajaran staf untuk memastikan seluruh kesiapan, baik dari sisi teknis maupun non-teknis, telah berjalan optimal.
“Seluruh titik sasaran TMMD sudah kita survei dan dalam kondisi siap untuk dikerjakan sebelum pembukaan nanti,” ujar Letkol Taufik, Sabtu (18/4/2026).
Ia menegaskan, kesiapan tidak hanya mencakup lokasi pekerjaan, tetapi juga meliputi peralatan, sarana dan prasarana, hingga kesiapan personel yang akan diterjunkan ke lapangan. Menurutnya, seluruh elemen tersebut harus saling terintegrasi agar pelaksanaan TMMD berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semua harus terkoneksi dengan baik, sehingga hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat dalam mendukung aktivitas sehari-hari,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan kebutuhan logistik serta tempat penginapan bagi seluruh personel selama kegiatan berlangsung. Hal ini dilakukan agar para prajurit dapat fokus bekerja tanpa terkendala kebutuhan dasar di lapangan.
“Logistik dan tempat tinggal sudah kita siapkan sejak awal, sehingga anggota tidak perlu lagi mencari-cari di lokasi,” tambahnya.
Untuk mempermudah pelaksanaan, seluruh titik sasaran baik fisik maupun non fisik juga telah ditandai sebelumnya. Dengan demikian, saat kegiatan dimulai, seluruh pekerjaan dapat langsung dieksekusi sesuai rencana.
Adapun sasaran fisik dalam TMMD ke-128 ini meliputi pembukaan akses jalan sepanjang 2.000 meter dengan lebar 6 meter, pembangunan empat unit plat duiker, satu unit poskamling, rehabilitasi musholla dan sekolah, serta pembangunan lima unit MCK.
Sementara itu, kegiatan non fisik mencakup penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan, pertanian, kesehatan, keluarga berencana, bahaya narkoba, hingga edukasi terkait stunting melalui posyandu dan posbindu.
Tak hanya itu, terdapat pula program tambahan berupa pembuatan lima titik sumur bor, rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH), penguatan ketahanan pangan melalui budidaya ikan, penanganan stunting dengan 100 paket bantuan, serta penanaman 500 bibit pohon dan kegiatan pembersihan lingkungan.
Dansatgas berharap seluruh personel yang terlibat dapat mempersiapkan diri secara maksimal, baik secara fisik maupun perlengkapan, sebelum turun ke lapangan.
“Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi bersama pemerintah desa serta masyarakat, kami optimistis seluruh target dapat diselesaikan tepat waktu,” tegasnya.
Program TMMD ke-128 ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mempercepat pembangunan desa sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.



