LAHATINFO, Merapi Timur – Pemerintah Desa Banjar Sari bergerak cepat merespons keresahan masyarakat terkait ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria. Kepala Desa Banjar Sari, Aldiansah, turun langsung memimpin aksi pengasapan (fogging) di sejumlah titik yang menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk, Jumat (17/4).
Langkah antisipasi ini menarik perhatian karena Pemdes Banjar Sari melakukan aksi fogging secara mandiri dengan mengoptimalkan alat milik inventaris desa sendiri.
"Hari ini fokus utama kita adalah melakukan fogging di lingkungan SD Negeri 2 Kecamatan Merapi Timur dan wilayah sekitarnya" ungkap Aldiansah.
Ia menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan tindak lanjut dari laporan warga mengenai adanya beberapa siswa yang diduga mulai terjangkit gejala Malaria maupun DBD. Sebagai langkah preventif, pemerintah desa segera melakukan sterilisasi lingkungan sekolah guna memutus mata rantai penyebaran bibit penyakit.
"Aksi ini didasari laporan masyarakat. Kami ingin memastikan lingkungan sekolah steril sehingga anak-anak bisa belajar dengan aman," tambahnya.
Melalui pengasapan rutin ini, populasi nyamuk di pemukiman dan fasilitas umum diharapkan dapat ditekan secara signifikan.
"Harapan kami populasi nyamuk berkurang drastis. Jika populasi nyamuk bisa kita tekan sekecil mungkin, maka risiko penularan penyakit berbahaya ini otomatis akan menurun," pungkas Aldi. (*)
Purwanto/ Lahat Info



