LAHATINFO, MERAPI BARAT – Ratusan meter jalan operasional sempat mengalami kendala setelah puluhan pemuda dari Karang Taruna bersama warga Desa Tanjung Telang, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, melakukan aksi spontan penyetopan kendaraan operasional milik CV Empat Putra Alam Abadi (EPAA), Jumat pagi (5/6/2026) sekitar pukul 09.40 WIB.
Aksi spontan ini dipicu oleh keluhan warga terkait masalah debu jalanan yang dinilai mengganggu pemukiman sekitar. Warga menganggap pihak perusahaan yang melintas di jalur tersebut kurang maksimal dalam melakukan penyiraman jalan.
Merespons kejadian tersebut, Unit Intelkam Polsek Merapi Barat bersama Babinsa Koramil 405-03/Merapi, Serka Haryono, langsung bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan monitoring, deteksi, sekaligus memediasi kedua belah pihak guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Mediasi yang berlangsung di pintu keluar-masuk kendaraan operasional CV EPAA tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Utama CV EPAA Tanhar Efendi, Perwakilan PT BL Sigit, Humas CSR/Eksternal PT BL Raka, serta Ketua Karang Taruna Desa Tanjung Telang, Aji, beserta perwakilan warga.
"Kami menyarankan agar Karang Taruna maupun masyarakat berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak perusahaan apabila ada keluhan di lapangan, sehingga bisa langsung ditindaklanjuti tanpa mengganggu operasional. Jangan sampai aksi spontan seperti ini malah menimbulkan permasalahan hukum baru yang merugikan masyarakat sendiri," ujar Tanhar.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Tanjung Telang, Aji, mengakui bahwa aksi tersebut dilakukan secara spontan tanpa adanya koordinasi awal dengan pihak pengelola Galian C CV EPAA. Namun, ia menegaskan aksi ini murni karena masyarakat kegerahan dengan pekatnya debu dari angkutan CV EPAA.
"Jika penyiraman jalan dilakukan sejak pagi hari dan mobil water tank selalu siaga di lokasi, aksi spontan masyarakat ini tidak akan terjadi. Kami meminta pihak perusahaan rutin melakukan penyiraman, khususnya di area persimpangan jalan yang menjadi sumber utama debu," ungkap Aji.
Pihak Karang Taruna juga menambahkan, sejauh ini mereka menilai perusahaan belum maksimal dalam melakukan penyiraman jalan, sehingga terkesan ada pembiaran terhadap dampak lingkungan yang dirasakan warga.
Beruntung, berkat kesigapan aparat Polsek Merapi Barat dan Babinsa dalam melakukan penggalangan, situasi di lapangan dapat diredam dengan aman dan kondusif. Kedua belah pihak sepakat untuk mencari solusi terbaik terkait teknis penyiraman jalan demi kenyamanan warga Tanjung Telang.(*)
Purwanto



