LAHATINFO, Merapi timur - Kesabaran Warga Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, tampaknya sudah habis. Bertahun tahun dirugikan lantaran Sungai Pait di desa setempat dan menjadi satu satunya sumber untuk memenuhi aktifitas sehari hari seperti minum, mandi dan mencuci saat ini tercemar oleh diduga dampak aktivitas stockpile batubara PT PAMA. Tak hanya ke sungai pait, limbah juga mengalir ke Sungai Lematang.
Kepala Desa Gunung Kembang, Edi Suparno mengatakan, persoalan tersebut bukanlah kejadian baru. Menurutnya, masyarakat telah sering mengeluhkan masuknya lumpur dan butiran batubara ke Sungai Pait yang mengalir ke Sungai Lematang.
"Air Sungai Lematang ini masih dimanfaatkan penuh oleh masyarakat. Yang masuk ke sungai berupa lumpur dan butiran batubara, yang sudah mengendap di sepanjang aliran Sungai Pait selama beberapa tahun terakhir," kata Edi Suparno, Senin (8/6/2026).
Edi mengungkapkan, pemerintah desa bersama masyarakat sebelumnya telah ikuti mediasi yang difasilitasi DLH Kabupaten Lahat. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah tuntutan warga telah disampaikan kepada perusahaan, mulai dari penyediaan air bersih, kompensasi bagi warga terdampak, hingga pembangunan tanggul penahan di bantaran Sungai Pait.
"Verifikasi terkait asal-usul material yang mencemari aliran sungai sudah dilakukan. Pihak perusahaan sebelumnya juga sudah lakukan verifikasi dan mengakui asal limbah ini dari aktivitas mereka. Karena itu kami berharap ada tanggung jawab yang nyata, bukan hanya sebatas pembahasan dalam rapat," ungkapnya.
Edi membeberkan, dampak yang dirasakan masyarakat, bukan hanya menyangkut kualitas air sungai. Sedikitnya sekitar 200 warga di Dusun I Desa Gunung Kembang, masih bergantung pada Sungai Lematang, belum ditambah warga dusun lain. Selain itu, puluhan kebun milik warga juga disebut ikut terdampak akibat sedimentasi yang terjadi di sepanjang aliran sungai.
"Kami akan mengambil langkah selanjutnya, dengan bersurat kepada DPRD Kabupaten Lahat dan Bupati Lahat. Harapan kami ada tindakan nyata, agar persoalan ini tidak terus berlarut-larut," ujarnya.
Sementara, Manager CSR PT. Pamapersada Nusantara, Agung Harikusuma saat dibincangi mengaku sudah mengetahui apa yang dikeluhkan warga tersebut. Hanya saja, Agung berkilah jika pencemaran limbah yang dikeluhkan tersebut bukan tanggungjawab pihaknya.
"Kami hanya pelaksana dan apa yang dikeluhkan warga tersebut diluar kewenangan PT Pama, " Ujarnya. (*)
Purwanto/ Lahat Info



