Lahat Info – Progres rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program TMMD ke-128 Kodim 0405/Lahat memang baru menyentuh angka sekitar 20 persen. Namun di balik angka itu, tersimpan cerita besar tentang harapan yang mulai tumbuh di hati warga.
Rumah milik Ibu Usma di Desa Lubuk Tampang, Kecamatan Kikim Timur, kini tak lagi sekadar bangunan lama yang rapuh. Setiap bata yang disusun, setiap kayu yang dipasang oleh Satgas TMMD, menjadi simbol kepedulian dan gotong royong yang nyata antara TNI dan masyarakat.
Yang menarik, proses pembangunan ini bukan hanya soal memperbaiki fisik rumah. Lebih dari itu, TMMD menghadirkan semangat kebersamaan. Warga sekitar tampak ikut membantu, mulai dari mengangkut material hingga menyediakan kebutuhan sederhana bagi para prajurit di lapangan.
Di sela pengerjaan, komunikasi hangat terjalin. Canda ringan antara anggota Satgas dan warga menjadi warna tersendiri, mencairkan suasana dan memperkuat kedekatan emosional. Inilah wajah lain dari TMMD—bukan sekadar program pembangunan, tetapi juga jembatan yang menyatukan hati.
Bagi Ibu Usma, progres 20 persen ini sudah menjadi titik awal perubahan besar. Dari rumah yang sebelumnya kurang layak, kini perlahan berdiri harapan akan tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman.
Program RTLH dalam TMMD ke-128 ini membuktikan bahwa pembangunan sejati bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga proses yang melibatkan kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong.
Karena sejatinya, ketika satu rumah diperbaiki, yang dibangun bukan hanya dinding—melainkan juga harapan untuk kehidupan yang lebih baik.



