![]() |
| Foto: PENDIM 0405 LAHAT FOR LAHAT INFO |
Lahat Info – Ada cerita perjuangan di balik setiap jejak roda di Desa Lubuk Tampang, Kecamatan Kikim Timur. Dulu, jalan berlumpur dan licin bukan sekadar hambatan, tapi bagian dari rutinitas yang harus ditaklukkan warga demi menyambung hidup.
Sebelum program TMMD ke-128 hadir, warga terpaksa “berinovasi” dengan cara yang tak biasa. Sepeda motor mereka dimodifikasi—ban dililit rantai agar tetap bisa mencengkeram tanah saat melintasi jalur ekstrem menuju kebun.
“Kami tidak punya pilihan. Kalau tidak pakai rantai, motor tidak bisa jalan,” ungkap Kepala Desa Lubuk Tampang, Taufiqurahman, Jumat (24/4/2026).
Mayoritas warga menggantungkan hidup dari sektor perkebunan. Namun, buruknya akses jalan membuat perjalanan menuju kebun menjadi penuh risiko. Tak jarang, waktu dan tenaga terkuras hanya untuk menembus medan yang berat.
Ban rantai pun menjadi simbol perjuangan—cara sederhana warga melawan keterbatasan infrastruktur.
Kini, perlahan cerita itu berubah.
Melalui program TMMD ke-128 yang digagas Kodim 0405/Lahat, akses jalan mulai dibuka. Tanah yang dulu menjadi penghalang, kini disulap menjadi jalur harapan. Mobilitas warga mulai lancar, dan aktivitas ke kebun tak lagi dipenuhi rasa khawatir.
“Alhamdulillah, sekarang sudah jauh lebih mudah. Terima kasih Bapak TNI,” ucap salah satu warga dengan wajah lega.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, TMMD menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat. Dari ban rantai yang penuh keterbatasan, kini warga Lubuk Tampang menapaki jalan baru menuju masa depan yang lebih baik.



