Lahat Info – Di balik prosesi penyerahan cangkul dan sekop pada pembukaan TMMD ke-128 di Desa Lubuk Tampang, Kecamatan Kikim Timur, tersimpan pesan kuat tentang kolaborasi dan gotong royong lintas elemen.
Momentum simbolis itu bukan hanya penanda dimulainya pekerjaan fisik, tetapi juga mencerminkan keterlibatan langsung masyarakat dalam pembangunan desanya sendiri. Warga tidak lagi sekadar menjadi penerima manfaat, melainkan turut ambil bagian sebagai pelaku pembangunan bersama TNI dan pemerintah daerah.
Kehadiran personel TNI, Polri, hingga masyarakat sipil dalam satu barisan menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kebersamaan, tenaga, dan komitmen yang selaras.
Bupati Lahat dalam sambutannya menekankan bahwa sinergi ini menjadi kunci utama percepatan pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan yang masih membutuhkan sentuhan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup.
Menariknya, TMMD ke-128 tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, dan rumah layak huni, tetapi juga menyentuh aspek non-fisik. Edukasi kesehatan, wawasan kebangsaan, hingga pelayanan sosial menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya.
Dengan melibatkan berbagai unsur, program ini diharapkan tidak hanya meninggalkan hasil pembangunan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
TMMD pun kembali membuktikan, bahwa pembangunan bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga proses kebersamaan yang dibangun dari awal.
Novri


