LAHAT — Pembangunan Masjid Yonif TP 894/PB Kabupaten Lahat resmi dimulai. Peletakan batu pertama dilaksanakan secara khidmat dan penuh kebersamaan, Selasa (9/9/2026).
Peletakan batu pertama secara simbolis dilakukan oleh Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., selaku Pangdam II/Sriwijaya. Pembangunan masjid tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana ibadah bagi prajurit, tetapi juga menjadi tempat mempererat silaturahmi antara TNI dan masyarakat sekitar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, S.H., M.H., jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lahat, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta unsur pimpinan instansi terkait.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pembangunan sarana ibadah yang nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi prajurit maupun masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Mayjen TNI Ujang Darwis berharap proses pembangunan masjid dapat berjalan lancar dan selesai sesuai dengan target.
“Semoga pembangunan masjid ini berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan dapat digunakan sebaik-baiknya untuk ibadah serta kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan masjid di lingkungan Yonif TP 894/PB diharapkan tidak sebatas menjadi tempat melaksanakan ibadah salat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan dan kebersamaan antara prajurit TNI dengan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, S.H., M.H., menyambut baik pembangunan masjid tersebut. Pemerintah Kabupaten Lahat, kata dia, mendukung berbagai upaya peningkatan sarana ibadah sebagai bagian dari pembangunan karakter dan ketakwaan masyarakat.
“Kami berharap kehadiran masjid ini dapat membawa berkah, memberikan kenyamanan beribadah, serta semakin memperkokoh kerukunan antara prajurit TNI dan warga masyarakat Kabupaten Lahat,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan penuh kehangatan. Acara kemudian diakhiri dengan doa bersama agar pembangunan Masjid Yonif TP 894/PB dapat berjalan tanpa kendala hingga selesai dan nantinya dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.



