Lahat Info – Di tengah panas dan debu pembangunan, tampak pemandangan yang tak biasa.
Prajurit TNI tak hanya berdiri gagah dalam upacara, tetapi juga turun langsung memikul kayu, mengaduk semen, dan memperbaiki rumah warga yang nyaris roboh.
Itulah wajah nyata TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Desa Lubuk Tampang, Kecamatan Kikim Timur.
Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi salah satu misi kemanusiaan yang paling menyentuh, sekaligus menggambarkan semangat pengabdian prajurit di lapangan.
Usai pembukaan yang dipimpin Bupati Lahat, , para personel Satgas langsung bergerak. Di bawah komando Dandim 0405/Lahat, , mereka tak ragu melepas formalitas dan menyatu dengan warga.
Rumah-rumah reyot yang sebelumnya hanya berdiri seadanya, kini mulai dibongkar dan dibangun ulang.
Atap bocor diganti, dinding rapuh diperkuat, dan lantai yang tak layak mulai diratakan. Semua dilakukan dengan tenaga, keringat, dan semangat gotong royong.
Yang paling terasa bukan hanya perubahan fisik bangunan, tetapi kehadiran prajurit di tengah masyarakat.
Mereka bekerja tanpa jarak—makan bersama warga, bercanda di sela pekerjaan, hingga saling membantu tanpa sekat.
Bagi warga kurang mampu, program ini bukan sekadar renovasi rumah. Ini adalah bukti bahwa negara hadir, bahwa ada kepedulian yang nyata.
Sementara bagi prajurit, ini adalah wujud pengabdian—bahwa tugas mereka bukan hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga membangun kehidupan rakyat.
TMMD ke-128 di Lahat pun memperlihatkan satu hal penting: di balik seragam loreng, ada tangan-tangan yang bekerja tulus, membangun bukan hanya rumah, tetapi juga harapan.
Dari Desa Lubuk Tampang, semangat itu terus hidup—menguatkan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan nyata dirasakan hingga ke sudut-sudut desa.



