Lahat Info – Di balik gegap gempita pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128, ada satu program yang paling menyentuh hati: pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga kurang mampu.
Usai upacara yang dipimpin Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, jajaran TNI bersama pemerintah daerah langsung turun meninjau lokasi. Dari situ, terlihat jelas bahwa masih ada warga yang hidup di rumah dengan kondisi memprihatinkan—dinding rapuh, atap bocor, hingga lantai yang belum layak.
Tanpa menunggu lama, program bedah rumah pun langsung dikebut. Di bawah komando Dandim 0405/Lahat, David Jihandika, personel Satgas TMMD mulai bekerja bersama masyarakat. Kayu diangkat, pondasi diperkuat, dan satu per satu rumah mulai berubah wajah.
Program RTLH ini bukan sekadar pembangunan fisik. Bagi penerima manfaat, ini adalah perubahan hidup. Dari rumah yang sebelumnya tidak aman dan tidak sehat, kini berangsur menjadi hunian yang layak, nyaman, dan manusiawi.
Yang menarik, proses pembangunan dilakukan secara gotong royong. Warga sekitar ikut membantu, menciptakan kebersamaan yang menjadi ciri khas TMMD. Tak ada sekat antara TNI dan masyarakat—semua menyatu dalam satu tujuan: menghadirkan kehidupan yang lebih baik.
TMMD ke-128 di Lahat pun menunjukkan bahwa pembangunan sejati bukan hanya soal jalan atau fasilitas umum, tetapi juga tentang memastikan setiap warga memiliki tempat tinggal yang layak.
Dari desa kecil di Kikim Timur, harapan itu mulai dibangun. Perlahan tapi pasti, rumah-rumah yang dulu nyaris roboh kini berubah menjadi simbol masa depan yang lebih baik bagi masyarakat kurang mampu.
Novri



