Di tengah kerumunan anak-anak yang ingin berinteraksi lebih dekat, terdengar celetukan polos, “Abang maaf aku kejepit,” yang menggambarkan tingginya animo mereka untuk bisa berada di dekat para anggota Satgas TMMD. Momen ini menjadi potret kedekatan emosional antara TNI dan generasi muda di desa tersebut.
Para siswa tampak bersemangat, berebut ingin menyapa, bersalaman, hingga sekadar berbincang dengan anggota TNI. Kehadiran Satgas TMMD bagi mereka bukan hanya sekadar melihat pembangunan, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang membangkitkan rasa bangga dan kagum.
Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 0405/Lahat, Letkol Inf David Jihandika Henry Wijayanto, menyampaikan bahwa interaksi dengan anak-anak menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Kehadiran kami di sini tidak hanya untuk membangun infrastruktur, tetapi juga membangun hubungan dengan masyarakat, termasuk anak-anak. Antusiasme mereka menjadi semangat tersendiri bagi kami,” ujarnya.
Menurutnya, momen seperti ini juga dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai tanah air dan memiliki cita-cita besar di masa depan.
“Kami berharap kehadiran TNI dapat memberikan motivasi positif bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih impian mereka,” tambahnya.
Program TMMD ke-128 tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat, termasuk anak-anak. Dari celetukan sederhana hingga senyum ceria, semuanya menjadi bukti bahwa kehadiran TNI membawa kebahagiaan di tengah Desa Lubuk Tampang.



