LAHATINFO, Kota Agung – Puluhan warga Desa Tunggul Bute, Kecamatan Kota Agung, menggelar aksi penghadangan terhadap armada angkutan milik PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) pada (9/1/2025).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes keras warga yang merasa perusahaan telah mengingkar janji terkait realisasi bantuan kepada masyarakat.
Massa mulai berkumpul di jalan akses utama sejak pagi hari. Setiap kendaraan operasional maupun logistik milik PT SERD yang melintas langsung dihentikan oleh warga. Tanpa ada tindakan anarkis, warga dengan tegas meminta para sopir angkutan untuk memutar balik dan dilarang memasuki wilayah desa mereka sampai ada kejelasan dari pihak manajemen.
Koordinator aksi menyatakan bahwa langkah ini diambil karena warga sudah merasa jenuh dengan janji-janji yang diberikan oleh pihak perusahaan. Ada dua poin utama yang menjadi tuntutan warga:
Perusahaan dinilai tidak berkomitmen pada kesepakatan-kesepakatan yang sebelumnya telah dibuat bersama tokoh masyarakat dan pemerintah desa.
Warga mengklaim bahwa program Corporate Social Responsibility (CSR) yang seharusnya menjadi hak masyarakat terdampak tidak pernah dicairkan atau dirasakan manfaatnya secara nyata oleh warga Tunggul Bute.
"Kami sudah cukup bersabar. Perusahaan lewat di tanah kami, tapi kontribusinya untuk desa nihil. CSR tidak pernah cair, janji tinggal janji. Sebelum ada keputusan nyata, jangan harap angkutan bisa lewat," ujar salah satu perwakilan warga di lokal.
Akibat aksi ini, aktivitas distribusi logistik PT SERD sempat mengalami lumpuh total di jalur tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi masih terpantau kondusif namun dijaga ketat oleh warga. Masyarakat menegaskan akan terus melakukan aksi serupa hingga pihak direksi PT SERD datang menemui mereka dan memberikan bukti nyata pencairan dana CSR serta realisasi janji yang tertunda.(*)
Purwanto/ Lahat Info



