Lahat – Pemerintah Desa Merapi menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPD) Tahun Anggaran 2027 yang sekaligus rembuk Stunting yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Desa Merapi, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat. Forum ini menjadi wadah penampungan aspirasi masyarakat dari tiap dusun guna menentukan arah pembangunan fisik dan infrastruktur desa. Selasa, 15 September 2026.
Kepala Desa Erdadi menegaskan bahwa seluruh usulan yang terhimpun murni berasal dari kebutuhan mendasar warga, bukan kepentingan pihak tertentu. Sebelum menetapkan usulan ke dalam rencana kerja 2027, pemdes terlebih dahulu menjaring masukan bersama seluruh stakeholder dan elemen masyarakat.
Berdasarkan pemaparan dari Sekretaris Desa beserta para kepala dusun, rincian usulan fisik yang berhasil dirangkum meliputi:
Dusun 1: Pengadaan penerangan tenaga surya dan rehabilitasi jalan setapak.
Dusun 2: Pemenuhan sarana air bersih dan penyambungan jaringan PAM Mini.
Dusun 3: Pembangunan jalan setapak di dua titik, rehabilitasi SPAL (Saluran Pembuangan Air Limbah) di dua lokasi, serta pembangunan jalan desa.
Dusun 4: Pengadaan penerangan tenaga surya, pembuatan sumur bor, pembangunan jalan setapak, jalan lingkar, dan siring sawah.
Dusun 5: Pembangunan SPAL dan pengadaan air bersih berbasis Water Treatment Plant (WTP) pada fasilitas yang ada.
Adapun Fasilitas Umum Desa berupa Pembangunan siring induk, serta pengusulan sekitar 35 tiang lampu listrik melalui pengajuan proposal bantuan aspirasi untuk jalan lingkar desa.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Camat Merapi Barat, Heri Yulianto, mengingatkan bahwa RKPD 2027 merupakan turunan dari RPJMDes tahun-tahun sebelumnya. Mengingat alokasi Dana Desa yang terbatas sebab masih harus dibagi untuk pembiayaan BLT, Posyandu, serta kegiatan kelembagaan Camat meminta agar usulan yang diprioritaskan benar-benar bersifat mendesak (urgent).
Di samping itu, ditegaskan pula bahwa fokus utama pembangunan desa tidak hanya dibebankan pada anggaran Dana Desa (DD) semata, melainkan dapat dikolaborasikan dan diusulkan melalui sinergi dengan pihak ketiga maupun program CSR perusahaan di sekitar wilayah tersebut.
Sementara itu, Ketua BPD Sai Hasyim menambahkan bahwa Musdes ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk memberikan saran dan kritik yang membangun. Sinergi seluruh elemen warga diharapkan dapat menjaga pembangunan desa agar tetap selaras dengan rencana jangka panjang, akuntabel, serta tepat sasaran di bawah fungsi pengawasan yang berjalan baik.(*)
Purwanto



