Lahat – Pemenuhan gizi optimal pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) kembali menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan stunting di tingkat desa. Ahli Gizi Puskesmas Merapi 2 Indah Damayanti SGZ mengimbau masyarakat untuk memastikan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif secara penuh selama enam bulan pertama kehidupan bayi tanpa tambahan makanan atau minuman lain.
Pesan tegas tersebut disampaikan saat pihak Puskesmas Merapi 2 memberikan paparan dalam kegiatan Rembuk Stunting yang digelar di Desa Tanjung Telang, Kecamatan Merapi Barat. Dalam forum tersebut, petugas kesehatan menyoroti pentingnya komitmen keluarga serta masih adanya pemahaman keliru di tengah masyarakat terkait peruntukan ASI.
Dalam paparannya di hadapan perangkat desa, kader kesehatan, dan warga Desa Tanjung Telang, Ahli Gizi Puskesmas Merapi 2, Indah menjelaskan bahwa ASI mengandung komposisi nutrisi yang dirancang secara alami untuk memenuhi kebutuhan bayi, mulai dari antibodi, protein, lemak, hingga vitamin yang mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi baru lahir.
"ASI eksklusif itu diciptakan khusus untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang bayi di enam bulan pertama. Kandungan zat kekebalan tubuh di dalamnya sangat vital untuk melindungi bayi dari risiko infeksi dan pencegahan stunting sejak dini. Jadi ingat, ASI eksklusif itu untuk bayi, bukan untuk bapaknya," ujar Ahli Gizi Puskesmas Merapi 2 di sela-sela pemaparan materi. Rabu, 16 September 2026.(*)
Purwanto



