Lahatinfo, Merapi barat – Kolaborasi nyata antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak perusahaan sukses mewujudkan impian warga akan hadirnya fasilitas air bersih. Hal ini ditandai dengan diresmikannya Water Treatment Plant (WTP) Kelompok Air Bersih Merapi Mandiri di Desa Merapi, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat.Rabu, 1 Juli 2026.
Fasilitas ini hadir sebagai solusi konkret di tengah kecemasan warga menghadapi musim kemarau panjang dan krisis air bersih yang mulai melanda kawasan tersebut.
Kepala Desa Merapi, Erdadi, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas terealisasinya pembangunan WTP ini. Menurutnya, program ini merupakan capaian luar biasa yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
"Air adalah sumber kehidupan. Kami sangat berterima kasih kepada pihak perusahaan atas bantuan ini, serta kepada seluruh karyawan dan rekan-rekan yang telah berjuang di lapangan," ujar Erdadi.
Ia juga mengingatkan warga bahwa fasilitas ini adalah warisan yang sangat berharga. Dahulu, pada tahun 1980-an, Desa Merapi sempat dialiri PDAM dan memiliki sumur-sumur yang layak dikonsumsi. Namun, seiring berjalannya waktu, gundulnya hutan dan dampak aktivitas pertambangan membuat sungai tercemar dan sumur warga kerap mengalami kekeringan ekstrem saat kemarau.
Apresiasi tinggi juga datang dari Camat Merapi Barat Heri Yulianto S. Sos, MM . Ia menegaskan bahwa kehadiran air bersih dari WTP ini akan sangat membantu pemerintah dalam program pencegahan stunting. Keberhasilan proyek ini juga tidak lepas dari kedermawanan warga lokal, Haji Amrin, yang menghibahkan tanahnya sebagai lokasi pembangunan.
"Kalau tidak ada hibah tanah dari Pak Haji, tentu akan sulit. Ini menjadi modal awal yang luar biasa dan insyaallah menjadi amal jariyah," ungkap Camat.
Lebih lanjut, Camat menjelaskan bahwa fasilitas berkapasitas sekitar 250 hingga 300 Kepala Keluarga (KK) ini hadir di momen yang sangat tepat.
"Bulan Juli ini sudah masuk musim kemarau panjang. Mayoritas masyarakat sekarang terpaksa mandi ke sungai karena sumur mengering. Dengan adanya WTP ini, beban 250 KK langsung terbantu. Ini seperti mendapat durian runtuh," tambahnya.
Kehadiran WTP ini juga menutup celah pemenuhan air bersih di wilayah tersebut, mengingat program air bersih (PAM) dari Pemkab Lahat baru direncanakan pada tahun 2027 dan jalurnya pun terbatas karena adanya regulasi standarisasi pipa yang baru.
Sementara itu, perwakilan pihak perusahaan PT MIP, Yana, membeberkan bahwa perjalanan menghadirkan WTP ini tidaklah mudah. Diinisiasi sejak tahun 2023, program ini sempat menghadapi jalan buntu akibat sulitnya mencari lahan hingga sempat ditiadakan.
"Kami tidak menyerah. Di tahun 2024 dan 2025 kami terus berkolaborasi mencari jalan keluar. Setelah beberapa kali mencoba metode sumur bor sedalam 200 meter namun gagal karena tidak ada air, akhirnya awal tahun 2025 kami dipertemukan dengan Sanita yang memiliki keahlian di bidang ini," cerita Yana.
Yana menegaskan bahwa komitmen perusahaan tidak hanya sekadar membangun fisik WTP, tetapi juga membawa transfer ilmu pengetahuan dan teknologi agar masyarakat bisa mandiri di masa depan.
Teknologi penyaringan canggih ini bahkan menjadi percontohan bagi internal PT MIP sendiri, mengingat air Sungai Lematang yang menjadi sumber air selama ini kerap keruh dan menyebabkan gatal.
Acara peresmian ditutup dengan harapan besar agar fasilitas WTP Merapi Mandiri ini dapat dijaga bersama secara berkelanjutan, serta memicu kesadaran warga lainnya untuk saling berbagi demi kemajuan dan kesejahteraan bersama di Desa Merapi.(*)
Purwanto/ Lahat Info



