LAHATINFO, Merapi barat — Memasuki hari kedua, Pelatihan Budidaya Kopi yang diselenggarakan oleh PT Muara Alam Sejahtera (PT MAS) langsung berfokus pada aksi nyata di lapangan. Para peserta diajak melakukan praktek langsung mengenai tata cara penanaman kopi, mulai dari tata cara penyemaian benih, tata cara teknik stek, grafting (sambung pucuk), hingga penempelan tunas pada tanaman kopi.
Praktek lapangan ini dipandu langsung oleh Hendriyansyah, seorang Penggerak Kontribusi di bidang grafting kopi di Kabupaten Lahat, yang bersinergi dengan Dinas Perkebunan Kabupaten Lahat.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Lahat, Vivi Anggraini, S.STP., M.Si., melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan, Martin Lusepa, S.TP., M.M., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap agar ilmu yang didapatkan selama dua hari pelatihan tidak berhenti menjadi teori semata.
"Semoga apa yang telah dilaksanakan selama dua hari ini bisa membawa manfaat nyata bagi petani kopi di Kecamatan Merapi Barat. Kepada PT MAS, kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkelanjutan dan ilmu yang telah diberikan benar-benar diaplikasikan di lapangan," ujar Martin.
Di sisi lain, CSR Officer PT MAS, Sadam Husen, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada jajaran Dinas Perkebunan Kabupaten Lahat serta para pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dan mendampingi para peserta.
Sadam menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lingkungan sekitar tambang.
"Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan lahan reklamasi PT MAS menjadi lahan produktif budidaya kopi. Konsepnya akan kita integrasikan secara menyeluruh, mulai dari sektor hulu hingga ke hilir," pungkas Sadam.(*)
Purwanto/ Lahat Info



