LAHATINFO, Merapi barat – Guna mendongkrak produktivitas dan nilai jual komoditas kopi lokal, PT Muara Alam Sejahtera bersama Dinas Perkebunan Kabupaten Lahat gelar pelatihan peningkatan kapasitas petani kopi resmi digelar di Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat. (Kamis, 21 Mei 2026)
Kegiatan yang diinisiasi lewat kolaborasi multipihak ini berlangsung selama dua hari, mulai Kamis (21/5/2026) hingga Jumat (22/5/2026).
Acara yang dipusatkan di Aula PT Muara Alam Sejahtera (MAS) Desa Muara Maung ini diikuti oleh 16 orang peserta yang berasal dari kelompok tani di wilayah perusahaan PT MAS di Kecamatan Merapi area.
Pelatihan ini juga dihadiri langsung oleh perwakilan Dinas Perkebunan Kabupaten Lahat, penyuluh pertanian, Hendriyansyah Penggerak Kontribusi di Bidang Grafting Kopi Kabupaten Lahat, Kabid Kelembagaan Usaha dan Penyuluhan Dinas Perkebunan Destiawaty Kartika, SP.
Goverment Relation Manager PT MAS Nefri Ardha menjelaskan untuk pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari, para peserta akan dibekali materi komprehensif dari para narasumber dan fasilitator yang berkompeten di bidangnya.
"Program ini merupakan salah satu program CSR PT MAS dan kita berharap program ini bisa berlanjut kedepannya. Kami juga berharap kepada peserta untuk mengoptimalkan program pelatihan yang ada dengan sebaik mungkin, ini merupakan momen yang baik untuk kita belajar."
"Kami berharap melalui kegiatan ini para peserta dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan dalam budidaya kopi. Sehingga nantinya, petani kita mampu meningkatkan kualitas, produktivitas, dan nilai jual kopi masyarakat di Kabupaten Lahat," ujarnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Lahat, Vivi Anggraini, S.STP., M.Si., yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan, Martin Lusepa, S.TP., M.M.
Dalam arahannya, Martin Lusepa menyampaikan pesan penting dari Kepala Dinas Perkebunan terkait keberlanjutan program kemitraan ini. Pemerintah daerah berharap sinergi antara PT MAS dan masyarakat tidak bersifat momentum atau selesai dalam satu tahun anggaran saja.
Dirinya juga menyampaikan agar kegiatan seperti ini dapat terus berkelanjutan.
"Jadi tidak hanya hari ini dan tahun ini saja, tetapi menjadi program yang terus berjalan sehingga memberikan dampak nyata, terutama bermanfaat pada fase pasca-panen bagi komoditas kopi maupun tanaman perkebunan lainnya," ujar Martin.
Sementara itu ketua Panitia Pelaksana Subuhi menjelaskan dalam laporannya menyampaikan bahwa esensi dari kegiatan ini adalah memodernisasi cara pandang dan keterampilan teknis petani dalam berkebun kopi.
Pihak panitia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada manajemen PT MAS atas dukungan penuh yang diberikan, baik berupa penyediaan fasilitas tempat maupun dukungan akomodasi kerja sama.
"Komitmen PT MAS ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat sekitar tambang dan pengembangan sektor perkebunan berkelanjutan, khususnya komoditas kopi di Lahat," tambahnya.
Sementara Oking, salah satu peserta pelatihan menyambut positif program pelatihan budidaya kopi ini.
"Semoga dengan adanya pelatihan pengelohan kopi, masyarakat Merapi selatan bisa nenjadi petani kopi yang berkembang dan maju"
"Ini program yang sangat baik terutama sangat bermanfaat bagi para petani di sekitar kecamatan selatan dan umumnya di Merapi area. Dan kami mengucapkan terimakasih kepada PT MAS dan Dinas Perkebunan serta pihak terkait yang sudah memfasilitasi pelatihan ini" Ungkapnya.
Adapun materi utama yang diberikan meliputi, Strategi dan Kebijakan Pengembangan Kopi Daerah, Teknik Budidaya Kopi Sesuai Standar Praktis,Teknik Panen dan Penanganan Pascapanen Kopi yang Baik dan Benar.
Juga Teknik Perbanyakan Tanaman Kopi (melalui metode Stek dan Grafting/Sambung Batang) serta Teknik Perawatan Tanaman.(*)



