Lahat Info – Di setiap sudut Desa Lubuk Tampang, Kecamatan Kikim Timur, ada pemandangan yang sederhana namun begitu menyentuh. Warga menyapa anggota Satgas TMMD ke-128 Kodim 0405/Lahat dengan senyum hangat dan penuh keakraban.
“Pak TNI, sudah makan?”
Sapaan itu terdengar ringan, namun sarat makna. Ia menjadi bukti kedekatan yang terjalin antara masyarakat dan para prajurit di tengah pelaksanaan TMMD.
Di sela aktivitas pembangunan, anggota Satgas kerap berhenti sejenak untuk membalas sapaan warga. Ada yang sekadar berbincang, ada pula yang diajak duduk menikmati kopi bersama di teras rumah.
Kepala Desa Lubuk Tampang, Taufiqurahman, menyebut suasana ini sebagai hal yang jarang terjadi sebelumnya.
“Sekarang desa kami terasa lebih hidup. Warga dan TNI sangat akrab, seperti keluarga sendiri,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Bagi warga, kehadiran TNI bukan hanya membawa pembangunan, tetapi juga kehangatan dan rasa kebersamaan.
Salah satu warga, Siti (38), mengaku senang bisa berinteraksi langsung dengan para prajurit.
“Mereka ramah sekali. Kami jadi tidak canggung, malah sering ngobrol santai,” katanya sambil tersenyum.
Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 0405/Lahat, Letkol Inf David Jihandika Henry Wijayanto, SH., M.Sos., menilai bahwa kedekatan ini menjadi bagian penting dari keberhasilan TMMD.
“Kami ingin hadir tidak hanya membangun, tetapi juga menjalin hubungan baik dengan masyarakat,” jelasnya.
Sapaan-sapaan sederhana itu kini menjadi warna tersendiri di Desa Lubuk Tampang.
Karena di balik pembangunan yang berjalan, ada hubungan hangat yang tumbuh—menguatkan bahwa TNI dan rakyat memang tak terpisahkan.



