Lahat Info – Polemik panjang angkutan batu bara yang selama ini melintas di jalan umum Kabupaten Lahat akhirnya menemui titik terang. Jalan khusus hauling milik PT Levi Bersaudara Abadi resmi beroperasi di Kilometer 107 Servo, Kabupaten Lahat, Jumat (13/2/2026).
Peresmian jalan khusus angkutan batu bara ini menjadi penanda berakhirnya penggunaan jalan umum untuk aktivitas hauling tambang. Selama bertahun-tahun, masyarakat mengeluhkan kemacetan parah, debu tebal, hingga risiko kecelakaan akibat truk batu bara yang melintas di jalur publik.
Momentum ini sekaligus menjadi jawaban atas janji politik Bupati Lahat Bursah Zarnubi dan Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih yang sebelumnya berkomitmen menyelesaikan polemik angkutan batu bara.
Peresmian tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, yang didampingi Bupati dan Wakil Bupati Lahat. Kehadiran orang nomor satu di Sumsel itu menjadi simbol kuat dukungan pemerintah provinsi terhadap upaya penataan angkutan tambang di daerah.
Dalam sambutannya, Bursah Zarnubi menegaskan bahwa pengoperasian jalan khusus ini merupakan bentuk nyata komitmen kepemimpinan Bursah–Widia dalam menjawab aspirasi masyarakat. Ia menyebut, pemerintah daerah tidak ingin persoalan ini terus berlarut dan merugikan warga.
Sementara itu, Widia Ningsih mengungkapkan rasa bangga dan haru atas terealisasinya jalan hauling tersebut. Menurutnya, salah satu janji politik yang diamanahkan masyarakat kini telah tertunaikan. Ia berharap, beroperasinya jalur khusus ini membawa dampak positif bagi keselamatan pengguna jalan dan kualitas lingkungan di Lahat.
Di kesempatan yang sama, Herman Deru memberikan apresiasi atas realisasi proyek tersebut. Ia menilai, keberadaan jalan hauling khusus akan secara signifikan mengurangi beban jalan umum, sekaligus mengatasi keluhan masyarakat terkait debu dan gangguan lalu lintas akibat angkutan batu bara.
Dengan mulai beroperasinya jalan khusus ini, masyarakat Kabupaten Lahat kini menatap babak baru: jalan raya yang lebih tertib, udara yang lebih bersih, dan aktivitas ekonomi yang tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan publik.
Novri / Lahat info



