LAHATINFO, Merapi barat – Infrastruktur bronjong di Desa Muara Maung Kecamatan Merapi barat yang baru saja tuntas dikerjakan pada tahun 2025 kini kondisinya memprihatinkan. Bangunan sepanjang 10 meter yang berfungsi sebagai penahan jalan dan jembatan yang merupakan akses utama warga tersebut kembali mengalami longsor setelah diterjang banjir luapan Sungai Kungkilan pada akhir Januari lalu.
Pantauan di lokasi pada Selasa (10/2/2026) menunjukkan kondisi fisik bronjong sudah miring dan bergeser dari pondasi awal. Tidak hanya di satu titik, sisi lain bangunan pelindung tebing tersebut juga mulai menunjukkan tanda-tanda pergerakan tanah yang signifikan, mengancam badan jalan yang berada tepat di atasnya.
Saat dikonfirmasi Kepala Desa Muara Maung, Armanudin, membenarkan bahwa kerusakan ini dipicu oleh cuaca ekstrem dan debit air sungai yang tinggi pada 31 Januari 2026. Menurutnya, rusaknya bronjong ini menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan.
"Ya, benar. Bangunan tersebut saat ini kondisinya longsor akibat banjir tempo hari. Dampaknya, warga merasa was-was dan dihantui rasa takut saat melintas di area jembatan karena kondisi bronjong yang tergerus bisa amblas sewaktu-waktu," jelas Armanudin kepada media.(10/2/2026).
Mengingat jalan tersebut merupakan urat nadi aktivitas sehari-hari masyarakat, Armanudin berharap adanya langkah konkret dan cepat dari pihak-pihak terkait, termasuk peran serta perusahaan di sekitar wilayah desa untuk membantu perbaikan.
"Kami sangat berharap ada bantuan perbaikan secepatnya, baik dari pemerintah maupun pihak perusahaan melalui dana bantuan sosial mereka. Jangan sampai akses ini putus total dan melumpuhkan aktivitas warga," pungkasnya.(*)
Purwanto/ Lahat Info



