LAHAT — Mitigasi bencana mendadak menyelimuti wilayah Desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat. Tim elite dari Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Mabes TNI mengunjungi kawasan operasional PT Muara Alam Sejahtera (PT MAS) dalam sebuah aksi darurat sosialisasi dan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kedua kalinya di Merapi area!. Kamis, 5 November 2026.
Kunjungan tingkat tinggi ini sontak menjadi sorotan utama. Langkah taktis jajaran Mabes TNI ini menjadi sinyal kuat bahwa ancaman bencana Karhutla tidak bisa dipandang sebelah mata.
Manajemen PT MAS yang diwakili oleh Nefri Ardha, menyambut langsung kedatangan jajaran perwira TNI tersebut dengan antusiasme tinggi.
"PT MAS menyambut sangat baik dan mengapresiasi langkah cepat sosialisasi Karhutla dari Seskoad ini! Ini momentum baik bagi kita semua untuk menambah wawasan dan memperkuat benteng pertahanan dari bahaya Karhutla," tegas Nefri Ardha.
Sementara Ketua tim penyuluh Kolonel Inf Loka Jaya Sembada SIP mengungkapkan bahwa sosialisasi ini merupakan gerakan penyuluhan yang merupakan instruksi langsung dari komando tertinggi.
"Peran TNI, khususnya para perwira siswa, diperintahkan langsung oleh Presiden untuk melaksanakan penyuluhan. Meskipun saat ini mulai memasuki musim penghujan, kita tidak boleh lengah sedikit pun! Edukasi harus terus digempur agar kita saling mengingatkan," ujar Kolonel Inf Loka Jaya.
Penyuluhan ini ternyata merupakan bagian dari manuver masif Seskoad yang menerjunkan hingga ratusan personel di wilayah-wilayah rawan bencana, mulai dari Palembang, Pekanbaru, Kalimantan Timur, hingga merambah kabupaten/kota di Sumsel seperti Muara Enim, OKU, Banyuasin, Muba, Lubuklinggau, dan Lahat!
Dalam sesi paparan Seskoad bersama PT MAS menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan deteksi dini yang agresif dari tingkat lingkungan terdepan termasuk warga sekitar desa, bukan sekadar karyawan perusahaan. Diakhir acara kegiatan di lanjutkan dengan sesi tanya jawab antara peserta sosialisasi dengan tim karhutla Seskoad Mabes TNI.
Tim penyuluh menanamkan formula wajib 4 langkah kilat: CEGAH, KENALI, LAPORKAN, TANGGULANGI!
Acara ditutup dengan membakar semangat seluruh peserta melalui slogan keramat penanggulangan bencana:
"Cegah sebelum menyala, padamkan sebelum meluas, dan pulihkan dengan tuntas!" (*)
Purwanto



