LAHAT — Momen bersejarah nan khidmat menyelimuti Desa Gunung Agung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, secara resmi meresmikan pembangunan Masjid Delima, sebuah tempat ibadah megah yang digagas oleh pengusaha kenamaan Bpk H. Apri Reza Fachtoni atau yg lbh dikenal Toni Tatung beserta keluarga besar untuk masyarakat setempat. Rabu, 21 Oktober 2026.
Pembangunan masjid ini berdiri di atas lahan milik desa dengan sokongan bangunan dari PT. Bumi Merapi Energi (BME). Nantinya, Masjid Delima diproyeksikan mampu menampung seluruh masyarakat Desa Gunung Agung saat menunaikan ibadah, khususnya saat perayaan hari besar seperti Hari Raya Idulfitri dan Idul adha dan waktu ibadah lainnya.
Kepala Desa Gunung Agung, Darussalam, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas rampungnya pembangunan rumah ibadah ini. Ia mengungkapkan bahwa proses pembangunan Masjid Delima ini telah dimulai sejak tahun 2024 lalu.
"Kami atas nama Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat Gunung Agung mengucapkan ribuan terima kasih kepada jajaran PT BME, Bapak Gubernur Sumsel, serta Bapak Bupati yang telah berkenan hadir langsung meresmikan masjid ini. Perlu kami sampaikan bahwa pembangunan Masjid Delima ini mulai dilaksanakan sejak tahun 2024 lalu, dan hari ini Alhamdulillah bisa berdiri megah berkat sinergi semua pihak, khususnya keluarga besar Bapak Toni Tatung," ujar Darussalam dengan penuh rasa bangga.
Dalam sambutannya, Bupati Lahat Bursah Zarnubi juga mengingatkan sejarah keemasan Islam, di mana masjid-masjid besar di dunia seperti Masjid Universitas Al-Azhar hingga perpustakaan-perpustakaan klasik peradaban Islam menjadi tempat lahirnya para pemikir dunia seperti Ibnu Khaldun.
"Rasulullah SAW dahulu tidak hanya menjadikan masjid sebagai tempat salat, tetapi juga sebagai pusat perumusan strategi, perpustakaan, pusat ekonomi kerakyatan, hingga pengembangan ilmu pengetahuan. Pembangunan Masjid Delima ini harus dimaksimalkan fungsinya untuk meningkatkan kemampuan belajar masyarakat dan menjadi amal jariyah yang bermanfaat bagi almarhumah ibu Delima," tegasnya.
Bupati juga menyentil bahaya kemunduran suatu bangsa yang kerap diawali dari perpecahan internal, korupsi, hingga hilangnya fungsi pendidikan dan sosial di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumsel Herman Deru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas wawasan sejarah peradaban Islam yang disampaikan. Namun, Herman Deru juga memberikan pesan menohok terkait fenomena pengelolaan masjid saat ini.
Herman Deru menegaskan bahwa Masjid Delima yang dibangun oleh keluarga besar Toni Tatung ini adalah murni untuk seluruh umat Islam tanpa membeda-bedakan latar belakang.
Selain masalah pengkotak-kotakan, Gubernur Sumsel juga menyoroti masalah regenerasi pengurus masjid. Ia mengimbau agar para pengurus masjid berani memberikan ruang bagi generasi muda, seperti meremajakan peran muazin, agar masjid lebih hidup dan ramah bagi anak muda.
Dengan diresmikannya Masjid Delima, masyarakat Desa Gunung Agung tidak hanya akan memiliki tempat ibadah yang representatif dan luas, tetapi juga sarana sosial, perpustakaan, serta pusat penggerak ekonomi umat.
Peresmian ini diakhiri dengan penandatanganan prasasti peresmian masjid Delima dan pemberian bantuan kepada anak yatim di Desa Gunung Agung dari manajemen PT BME.
Dihadiri juga oleh:
- Ibu Anisja Djuita/ Wiwiet Tatung (Komisaris PT. BME)
- Stella Dia (Komisaris PT. BME)
- Marwoto (KTT PT.BME)
- Armada (LandCom PT. BME)
- Riyandi Bagus (Head Of HRGA PT. BME)
- Abrizal (Manager HRGA PT. BME)
- Odom/ Abdul Rozak (Advisor)
- Egip (Advisor) (*)



