Lahat — PT Muara Alam Sejahtera (PT MAS) menggelar Workshop Administrasi TPS 3R dan Pemanfaatan Sampah Domestik di Aula PT MAS. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R) melalui penguatan manajemen administrasi serta pemanfaatan limbah rumah tangga. Senin, 31 Agustus 2026.
Pelatihan diikuti oleh jajaran pengurus TPS Mandiri Bersatu Desa Merapi, Kecamatan Merapi Barat, yang terdiri dari Direktur TPS, Bendahara, Pengawas Lapangan, hingga karyawan pengelolaan sampah. Dalam pelatihan ini selain fokus pada manajemen juga dilaksanakan praktek lapangan yaitu praktek pembuatan kompos dan pembuatan kerajinan tangan dari limbah rumah tangga.
Pelatihan ini menghadirkan dua pemateri utama, yang berkompeten di bidang nya yaitu Hardiansyah (Ketua TPS 3R Masda Jaya Arahan) yang Membagikan pengalaman praktis dalam tata kelola dan penguatan manajemen operasional TPS 3R di tingkat lokal.
Kemudian Safrizal (Tenaga Ahli & Penggiat UMKM) yang merupakan putra daerah Merapi Timur yang berdomisili di Tangerang sekaligus aktif di komunitas UMKM Jakarta-Tangerang. Beliau memberikan pembekalan terkait kompetensi pengelolaan kegiatan, strategi kewirausahaan, dan pengembangan nilai tambah ekonomi dari sampah.
Kepala Desa Merapi Erdadi melalui Kasi Pemerintahan Desa Merapi, Bobi, menyampaikan apresiasi tinggi atas bimbingan dan fasilitas yang diberikan oleh PT MAS serta tim TPS 3R Masda Jaya.
"Kelompok TPS Merapi Mandiri Desa Merapi ini baru berdiri sekitar 3 bulan, yang merupakan Kelompok Binaan CSR PT Muara Alam Sejahtera. Kami sangat bersyukur atas bimbingan, semangat, dan support dari PT MAS dan TPS 3R Masda Jaya. Harapan kami, kelompok ini dapat terus berkembang, berjalan konsisten, serta membawa berkah dan kebaikan bagi masyarakat," ujar Bobi.
Sementara itu, CSR Manajer Baramulti Group Ibnu Wahyu Hidayat menekankan bahwa pengelolaan sampah adalah isu krusial yang berdampak panjang hingga lintas generasi. Ia mencontohkan bahaya sampah plastik yang membutuhkan puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai jika tidak dikelola dengan benar.
Wahyu juga menekankan bahwa pengelolaan sampah adalah isu krusial yang berdampak panjang hingga lintas generasi jika tidak dikelola dengan benar. PT MAS berkomitmen mendampingi kelompok ini melalui program pemberdayaan berkelanjutan berbasis nilai tambah ekonomi dan telah menjadi rencana strategis program Kita.
Selain itu, Wahyu menegaskan bahwa program pelatihan dan pendampingan pengelolaan sampah ini tidak hanya berhenti di Desa Merapi. Ke depannya, PT MAS berencana memperluas jangkauan program ini ke desa-desa lain di wilayah sekitar, sehingga dampak positif pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat dirasakan secara lebih luas.
Namun, Wahyu juga mengingatkan pentingnya fondasi kelompok yang solid dan aturan yang transparan sejak awal:
"Kelompok harus memiliki aturan yang jelas untuk mengantisipasi potensi konflik internal, terutama saat usaha mulai berkembang dan menghasilkan nilai finansial"
"Keberhasilan dan keberlanjutan program sepenuhnya bergantung pada kekompakan, niat bersama, dan konsistensi para pengurus serta warga di lapangan. PT MAS berperan sebagai fasilitator yang mendukung tumbuh kembangnya kemandirian TPS Mandiri Bersatu" pungkasnya .(*)
Purwanto / Lahat Info



