LAHAT INFO - PALEMBANG – Menjelang pelaksanaan Pameran Nasional Persit Bisa ke-2 yang akan digelar pada 7–9 Mei 2026 di Balai Kartini, Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) PD II/Sriwijaya menyatakan kesiapan penuh untuk ambil bagian dengan menghadirkan sejumlah produk unggulan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan.
Ajang berskala nasional ini akan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi ruang strategis dalam memperkenalkan produk lokal sekaligus memperluas jaringan pemasaran. Program Persit Bisa sendiri merupakan inisiatif yang diluncurkan oleh Ny. Uli Simanjuntak pada 7 Desember 2024, dengan tujuan mendorong kemandirian ekonomi anggota Persit melalui penguatan sektor UMKM.
Setelah sukses pada penyelenggaraan perdana, pameran tahun ini kembali digelar dengan cakupan lebih luas serta jumlah peserta yang meningkat. Hal ini mencerminkan antusiasme sekaligus pertumbuhan kapasitas UMKM binaan Persit di berbagai wilayah.
Ketua Persit KCK PD II/Sriwijaya, Ny. Desi Ujang Darwis, menegaskan pihaknya telah melakukan persiapan secara matang untuk memastikan produk yang ditampilkan mampu bersaing di tingkat nasional.
“Seluruh produk yang kami bawa telah melalui proses kurasi dan pembinaan secara berkelanjutan, sehingga kualitasnya terjaga dan memiliki daya saing,” ujarnya.
Dalam pameran tersebut, Persit KCK PD II/Sriwijaya akan menampilkan lima UMKM unggulan, yakni RD Songket, Lidi Nipah, Kartika Sereh Wangi, Ragam Tapis Lampung, serta NTS Craft. Produk-produk tersebut mencerminkan kekayaan budaya lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi, mulai dari kerajinan tradisional hingga olahan berbasis sumber daya alam.
Saat ini, berbagai persiapan terus dimatangkan, mulai dari finalisasi produk, pengemasan, hingga penataan booth pameran agar mampu menarik minat pengunjung. Partisipasi ini juga menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam mendorong pemberdayaan anggota, memperkuat ekonomi keluarga, serta menjaga keberlanjutan warisan budaya daerah.
Pameran Nasional Persit Bisa ke-2 terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi sarana promosi yang efektif bagi UMKM lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas, sekaligus memperkuat posisi produk dalam negeri di tengah persaingan industri kreatif nasional.



