Lahat Info – Di tengah dinamika pemerintahan Kabupaten Lahat tahun 2026, arah kebijakan mulai ditegaskan: kerja nyata lebih diutamakan dibanding sekadar rutinitas rapat.
Pesan itu disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, dalam pertemuan yang membahas penanganan banjir di Opsroom Pemkab Lahat, Senin (4/5/2026). Dalam forum tersebut, ia menekankan pentingnya respons cepat dari seluruh jajaran pemerintah terhadap persoalan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Tak hanya soal banjir, perhatian juga diarahkan pada kebutuhan dasar lainnya, termasuk sarana pendidikan dan layanan publik yang dinilai masih membutuhkan sentuhan serius.
Namun yang paling mencuri perhatian adalah pernyataannya yang tegas soal pola kerja birokrasi.
“Jangan terlalu banyak rapat,” ujarnya lugas.
Menurutnya, rapat memang tetap diperlukan sebagai bagian dari koordinasi. Namun, ia mengingatkan agar rapat tidak menjadi tujuan utama, melainkan harus berujung pada langkah konkret di lapangan.
Widia Ningsih bahkan mencontohkan komitmennya dengan rencana turun langsung ke sekolah-sekolah hingga wilayah yang dinilai membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah daerah.
Baginya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan sekadar formalitas, melainkan harus membawa solusi nyata.
“Turun ke lapangan itu wajib membawa solusi. Jangan hanya datang, tapi tidak ada hasil,” tegasnya.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Lahat ingin mengubah pendekatan kerja—dari administratif menjadi lebih responsif dan solutif.
Di tengah berbagai tantangan, mulai dari banjir hingga kebutuhan infrastruktur dasar, publik kini menanti: sejauh mana komitmen “lebih banyak aksi, lebih sedikit rapat” ini benar-benar diwujudkan di lapangan.
Novri/ Lahat Info



