LAHATINFO, MERAPI TIMUR – Menjawab aspirasi institusi pendidikan di Desa Arahan, PT Golden Great Borneo (GGB) bersinergi dengan TPS 3R Masda Jaya dalam pengadaan sarana kebersihan berupa tempat sampah dari drum bekas untuk sejumlah sekolah di wilayah Merapi Timur.
Ketua TPS 3R MasdaJaya Hendiansyah menuturkan bahwa Inisiatif ini bermula dari permohonan pihak sekolah di Desa Arahan yang membutuhkan tempat penampungan sampah.
"Menanggapi hal tersebut, PT GGB menyediakan material berupa drum bekas. Mengingat keterbatasan alat potong di internal perusahaan, PT GGB menggandeng TPS 3R Masda Jaya untuk melakukan proses fabrikasi dan modifikasi drum tersebut" Kata Herdiansyah. (28/4/2026).
Melalui tangan kreatif tim TPS 3R Masda Jaya, drum-drum bekas tersebut disulap menjadi tempat sampah fungsional. Meski terlihat sederhana dengan proses pemotongan, pengecatan ulang, serta penambahan pegangan di sisi kiri dan kanan, wadah ini dinilai sangat efektif untuk menampung sampah di lingkungan sekolah.
Herdiansyah menambahkan bahwa sebanyak 29 unit tempat sampah telah didistribusikan ke tiga sekolah sesuai dengan kebutuhan masing-masing, yakni,
SDN 1 Merapi Timur 7 unit
SDN 13 Merapi Timur 10 unit
MAN 2 Lahat 12 unit
Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara sektor swasta (PT GGB), pengelola kebersihan masyarakat (TPS 3R Masda Jaya), dan institusi pendidikan dalam mendukung program kebersihan lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas.
Sementara itu, Humas dan CSR PT Golden Great Borneo, Noor, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihak perusahaan bersama TPS 3R Masda Jaya telah melaksanakan kerja sama tersebut guna mendukung sektor pendidikan di Desa Arahan.
"Ya benar, ini sebagai bentuk kolaborasi kita pihak perusahaan bersama dengan pihak TPS 3R Masda Jaya untuk menjawab keinginan dunia pendidikan di Desa Arahan. Kami berharap kerja sama seperti ini bisa terus terjalin," harapnya.
Walaupun saat ini perusahaan menghadapi tantangan effesiensi namun tetap mengupayakan peluang untuk berkontribusi bagi lingkungan dan masyarakat lingkar tambang.
Kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi antara sektor korporasi, pengelola kebersihan berbasis masyarakat, dan institusi pendidikan mampu menciptakan solusi praktis bagi lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas. (*)



