LAHATINFO, MERAPI BARAT, – Ratusan warga Desa Telatang yang tergabung dalam berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemuda hingga orang dewasa, menggelar aksi unjuk rasa di depan PT WBK site MAS. Aksi ini dipicu oleh dugaan ketidakadilan dalam proses rekrutmen tenaga kerja yang dinilai mengabaikan hak warga lokal di wilayah Ring 1.(16/2/2026).
Dalam orasinya, massa menegaskan bahwa berdasarkan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) PT WBK site MAS, Desa Telatang secara resmi tercantum sebagai wilayah Ring 1 bersama Desa Merapi dan Desa Muara Maung. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan prosedur rekrutmen tidak berjalan sesuai kesepakatan yang berlaku.
"Kami menuntut hak kami. Di dalam dokumen AMDAL jelas tertera Desa Telatang adalah Ring 1. Namun, prosedur yang diterapkan saat ini sangat tidak transparan dan cenderung merugikan warga kami," ujar Andre yang merupakan Ketua Karang Taruna Desa Telatang.
Selain masalah transparansi, massa juga menyoroti adanya dugaan intervensi dari pihak ketiga (Pihak X) yang mengganggu objektivitas rekrutmen. Warga mendesak agar perusahaan kembali ke aturan dasar dan tidak membiarkan pihak luar ikut campur dalam penentuan tenaga kerja lokal.
Aksi yang berjalan tertib namun tegas ini dikomandoi langsung oleh Karang Taruna Desa Telatang. Ketua Karang Taruna menyatakan bahwa aksi hari ini merupakan peringatan bagi pihak manajemen perusahaan.
"Jika tuntutan kami tidak segera diindahkan dan perusahaan masih tidak menjalankan prosedur yang sudah berlaku sejak lama, maka kami pastikan akan ada Aksi Jilid 2 dengan massa yang lebih besar," tegas Andre.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih menunggu itikad baik dan jawaban resmi dari pihak manajemen PT WBK site MAS terkait perubahan sistem rekrutmen yang lebih memihak pada masyarakat lokal.(*)
Purwanto



