LAHATINFO, MERAPI BARAT, Lahat – Sejumlah masyarakat Desa Tanjung Telang, Kecamatan Merapi Barat, melakukan aksi penyampaian aspirasi secara spontan di area pertambangan PT. AMM pada Jumat (2/1/2026). Aksi ini dipicu oleh tuntutan masyarakat terkait keterbukaan dan keadilan dalam proses rekrutmen tenaga kerja lokal.
Aksi yang dimulai sekira pukul 10.00 WIB tersebut berlokasi di Jalan Tambang (PIT 4) AMM Site Dizamatra Powerindo. Kedatangan warga didampingi langsung oleh Pemerintah Desa melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanjung Telang sebagai fasilitator aspirasi masyarakat yang berada di wilayah Ring I perusahaan.
Berdasarkan informasi di lapangan, kekecewaan warga memuncak lantaran pihak manajemen PT. AMM dinilai tidak memberikan respon terhadap undangan klarifikasi yang sebelumnya dilayangkan oleh Pemerintah Desa. Warga merasa hak-hak tenaga kerja lokal tidak mendapatkan porsi yang adil sesuai dengan keberadaan desa sebagai wilayah terdampak langsung aktivitas pertambangan.
"Masyarakat hanya menuntut keadilan dan transparansi mengenai kuota tenaga kerja bagi warga Ring I. Kami sudah berulang kali mengundang pihak perusahaan untuk berdialog, namun tidak ada tanggapan," ujar salah satu perwakilan warga.
Meskipun sempat terjadi ketegangan akibat ketidakpuasan warga, aksi berlangsung secara damai tanpa adanya tindakan anarkis. Aparat setempat segera melakukan monitoring dan deteksi dini untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di area operasional perusahaan.
Pada pukul 14.00 WIB, mediasi antara perwakilan masyarakat dan manajemen PT. AMM akhirnya membuahkan hasil. Kedua belah pihak melakukan rapat koordinasi dan mencapai kesepakatan bersama guna menyelesaikan sengketa rekrutmen tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian dilaporkan telah kembali kondusif, aman, dan tertib. Pihak perusahaan berkomitmen untuk lebih terbuka dalam menjalin komunikasi dengan pemerintah desa setempat guna mencegah terjadinya konflik serupa di masa mendatang.(*)
Purwant / Lahat Info



