LAHATINFO, Lahat – Dalam upaya menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini, SMP Santo Yoseph Lahat menggelar kegiatan edukasi pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle), Kamis (18/12/2025). Bertempat di Aula Santo Yoseph, kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX.
Hadir sebagai narasumber tamu, Herdiansyah (Dian) dari TPS 3R Masda Jaya, Desa Arahan. Dalam paparannya, Dian menekankan bahwa prinsip 3R bukan sekadar teori, melainkan solusi nyata untuk meminimalkan limbah dan menjaga kelestarian sumber daya alam melalui pemilahan sampah yang tepat.
“Kami mendorong kesadaran sekolah untuk mulai memilah sampah organik dan non-organik. Dengan potensi sampah yang mencapai 100-150 kg per hari, pemilahan ini bisa menghasilkan produk bermanfaat seperti kompos, atau nilai ekonomi jika sampah plastik disalurkan ke pengepul,” jelas Dian.
Edukasi ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS). Gerakan ini melibatkan kolaborasi seluruh warga sekolah, mulai dari guru, siswa, hingga staf, untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan secara konsisten.
Dian menambahkan bahwa proses ini mencakup perencanaan hingga evaluasi yang terukur. Target akhirnya adalah membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan sekaligus mengantarkan SMP Santo Yoseph menjadi Sekolah Adiwiyata.
Kepala SMP Santo Yoseph Lahat, Roni Wijayanto, S.Psi., menyampaikan harapannya agar sekolah yang dipimpinnya dapat menjadi pelopor lingkungan bersih di tingkat pendidikan.
“Kami bercita-cita menjadi Sekolah Adiwiyata yang memiliki lingkungan nyaman dan asri. Hal ini kami integrasikan ke dalam kurikulum melalui efisiensi energi dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ungkap Roni.
Kegiatan ini ditutup dengan semangat melalui yel-yel dan motto: "Lakukan hal kecil sederhana, tapi lakukan dengan gembira." Melalui pendekatan ini, sekolah berharap nilai-nilai cinta lingkungan dan kejujuran dapat tertanam kuat dalam diri setiap siswa. (*)
Purwanto/ Lahat Info



